YOGYAKARTA – Dalam sebuah seremoni yang penuh khidmat dan patriotisme, Wakapolda DIY memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Kota Yogyakarta. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan serupa yang berlangsung di seluruh Indonesia, dan termasuk di antaranya adalah upacara kenegaraan yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Pada upacara di Jakarta, tercatat kehadiran para pemimpin tertinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mendikbudristekdikti Nadiem Anwar Makarim, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Presiden Jokowi, dalam mendahului dimulainya upacara, berujar, “Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa utamanya pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai.” Ungkapan ini menandai momen hening bagi seluruh hadirin untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan revolusi.
Melanjutkan tradisi tersebut, Wakapolda DIY, dalam upacaranya, mengegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Refleksi atas kontribusi pahlawan revolusi dalam pembangunan bangsa juga menjadi fokus utama, dimana peserta upacara diajak merenungi bagaimana prinsip-prinsip ideologi Pancasila masih relevan dan menjadi dasar dalam menjalankan tugas kepolisian.
Selama upacara berlangsung, pengamanan oleh Wakapolda DIY terlihat ketat dan terorganisasi, memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman. Ini merupakan simbol dari peran serta kepolisian DIY dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta berperan aktif dalam memperkokoh ideologi Pancasila.
Dalam pesan yang disampaikan pada upacara tersebut, dibacakan sebuah ikrar yang melambangkan komitmen terhadap ideologi bangsa, seperti yang dibacakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani pada upacara di Jakarta: “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian dikatakan Puan Maharani.
Upacara di DIY juga mengedepankan pesan serupa, dimana hadirin berkomitmen: “Maka, di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Sementara itu, Presiden Joko Widodo pun mengungkapkan melalui akun media sosial pribadinya betapa pentingnya nilai-nilai Pancasila. Presiden menulis, “Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa nilai-nilai kebangsaan bukan hanya warisan, tapi amanah yang harus terus dijaga. Di tengah tantangan zaman, mari kita renungkan sejauh mana kita telah mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
Upacara peringatan khusus yang dipimpin oleh Wakapolda DIY ini bukan hanya merupakan kegiatan seremonial, melainkan juga ajakan bagi seluruh masyarakat untuk terus merenungkan dan menjalankan nilai-nilai Pancasila di setiap aspek kehidupan, sebagai upaya bersama dalam mempertahankan identitas bangsa dan meningkatkan kualitas kehidupan demokratis di Indonesia.