SLEMAN – Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., menunjukkan dedikasi tingginya dalam menjaga kedamaian dan keamanan dengan memimpin langsung pengamanan VVIP dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Pondok Pesantren Ora Aji, pada Kamis, 19 September 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-12 Ponpes Ora Aji di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kehadiran Presiden Jokowi di pengajian ini bukan sekedar formalitas, tapi juga sarana menyebarkan pesan kebersamaan dan harapan kepada para kiai muda se-Pulau Jawa. Disambut dengan hikmat oleh pertunjukan rebana dari anak didik Gus Miftah, Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung menyerahkan berbagai cinderamata termasuk sembako, kaos, dan buku kepada ratusan warga yang telah menanti.
Dengan mata yang berbinar, Miftah Maulana Habiburrahman, S.Pd., atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah menyampaikan ucapan terima kasihnya, “Ini adalah moment berharga karena presiden datang tepat pada Harlah ponpes kami. Saya sudah lama berkomunikasi dengan beliau tentang rencana kunjungan ini,” sebuah statement yang menunjukkan pentingnya kunjungan ini bagi komunitas ponpes.
Turut hadir dalam agenda ini, Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf, yang bersama-sama Kapolda dan Presiden menegaskan kerjasama erat antara Polri dan pondok pesantren, serta memperkuat harmonisasi TNI-Polri dalam kegiatan pengamanan presiden.
Laporan Humas Polri menyatakan, kapasitas Kapolda DIY dalam melaksanakan kegiatan pengamanan ini merefleksikan perannya yang vital dalam menjamin keamanan pada acara-acara nasional. Strategi pengamanan yang dirancang untuk acara ini telah terkoordinasi dengan baik, baik dalam konteks intern Polda DIY maupun dalam koordinasi dengan PBNU dan lembaga pemerintahan lainnya.
Pelaksanaan pengamanan yang terstruktur ini juga sekaligus mewakili bentuk pelibatan masyarakat dalam acara kenegaraan, menunjukkan kesiapan aparat dalam menangani situasi-situasi VVIP, sembari menandai peranan pendidikan pesantren dalam membentuk karakter bangsa. Associating tradition with national security, the event encapsulates how national celebrations like Harlah serve as an avenue for reinforcing social harmony, guided by insights from our nation’s leaders.
Fokus Kapolda DIY dalam memastikan kegiatan berjalan lancar juga memberikan contoh konkret betapa pengamanan VVIP tak hanya sekadar prosedur manual, namun juga melibatkan pendekatan humanis yang menghargai tradisi dan budaya lokal, seperti yang tercermin dari seremoni Harlah Ponpes Ora Aji dan pendekatan persaudaraan yang dijalin antara Polri dan komunitas pesantren.
Melalui kunjungan ini, Presiden dan Pendidikan Pesantren terlihat semakin terintegrasi, sementara pencapaian keamanan yang optimal atas koordinasi Kapolda beserta jajaran Polda DIY menjadi pilar penting dalam pengamanan kegiatan presiden. Ini merupakan simbiosis harmonis yang mencerminkan nilai-nilai kebudayaan dan ketaatan hukum yang mendukung visi Indonesia Maju.