SURABAYA, INDONESIA – Dalam suasana yang memancarkan semangat positif dan kerjasama, DPRD Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya mengukir komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi menjelang penyelenggaraan Pilkada serentak 2024. Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya Restu Novi Widiani dalam kunjungan perdananya ke Kantor DPRD Kota Surabaya, menekankan pentingnya fasilitasi pesta demokrasi dengan seluruh kekuatan yang dimiliki kedua belah pihak.
Ketua Sementara DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menyampaikan, “Bu Pjs Walikota ingin memastikan agar pesta demokrasi 2024 ini betul-betul bisa difasilitasi dengan segenap kekuatan yang dimiliki DPRD dan Pemkot Surabaya.” Ia juga menambahkan bahwa kunjungan Restu menjadi titik awal sinergi yang baik antara DPRD dan Pemkot Surabaya. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan pembangunan kota tetapi juga pada suksesnya Pilkada Surabaya yang aman, tentram, dan damai.
Langkah positif serupa juga tampak dalam nuansa keakraban yang terjadi antara dua pasangan calon gubernur Jawa Tengah saat Deklarasi Kampanye Damai yang digelar oleh KPU Jawa Tengah. Tidak ada sekat antar pasangan calon, bahkan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana tampak mengabadikan momen saat merangkul kedua calon, menyiratkan harapan akan terjaganya kerukunan.
Di luar itu, suport juga mengalir dari penyelenggaraan acara berupa atraksi budaya yang turut menyemarakkan tahapan pemilihan. Penandatanganan deklarasi kampanye damai oleh para pasangan calon, perwakilan partai politik, ketua tim kampanye, Forkopimda, serta penyelenggara pemilu menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan Pilkada yang semarak dan damai.
Terkait dengan regulasi, KPU telah menetapkan tahapan Pilkada serentak melalui Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024, yang diikuti oleh penentuan pasangan calon dan periode kampanye yang telah dijadwalkan. Di Jawa Tengah, jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai angka yang signifikan, dan pengawasan kampanye digital diprioritaskan mengingat peran media sosial yang semakin besar dan rawan dengan penyebaran hoaks.
Sebagai langkah konkrit, Diskominfo Jateng bersama Bawaslu Jateng telah menandatangani MoU yang menguatkan kolaborasi dalam memonitor konten siber dan peningkatan literasi masyarakat terkait Pilkada 2024 untuk mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah warga.
Riena Retnaningrum, Kepala Diskominfo Jateng, menyatakan, “Kami bersinergi dengan berbagai pihak seperti Bawaslu, KPU, serta desk dan Pokja di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk memperkuat pengawasan konten media sosial.” Muhammad Amin, Ketua Bawaslu Jateng menyebut strategi pengawasan akan semakin diperkaya melalui kerja sama ini, khususnya dalam menangani kampanye digital dan mekanisme penanganan hoaks.
Upaya sinergi dan kolaborasi ini juga diikuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menyiapkan anggaran penuh untuk Pilkada dan menyediakan personel untuk dukungan pada tingkat daerah. “Kami memfasilitasi pendidikan politik kepada masyarakat, agar mewujudkan pilkada yang damai dan kondusif,” ujar Haerudin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah.
Dengan strategi sinergi pemilu tersebut, diharapkan Pilkada serentak 2024 akan mampu menyuguhkan peristiwa politik yang meriah dan damai, serta melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat. Kesadaran bersama akan pentingnya kepatuhan regulasi PKPU, edukasi politik pemilih, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan kampanye digital, menandakan kedewasaan dan kekuatan demokrasi Indonesia.