Bantul – Tragedi yang menimpa salah satu keluarga di Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul menjadi fokus perhatian warga setempat. Seorang balita yang masih berusia empat tahun dilaporkan tercebur ke Sungai Belik pada hari Sabtu, tanggal 14 Desember 2024. Kejadian ini memicu reaksi cepat dari berbagai pihak, termasuk Tim SAR Gabungan yang terus berupaya melakukan pencarian sejak laporan pertama kali diterima.
AKBP Arif Murtadlo, S.H., Kasubdit Patroli Airud Ditpolairud Polda DIY, menyampaikan kronologi dan respons yang diberikan oleh tim SAR terkait insiden tersebut. “Kami telah mengerahkan tim SAR untuk melakukan pencarian sejak laporan diterima. Hingga saat ini, upaya pencarian masih berlangsung,” tuturnya.
Dalam kesempatan pencarian itu, tidak hanya SAR Ditpolairud Polda DIY yang terlibat, namun juga tim dari Satpolairudres Bantul, Basarnas DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), warga setempat, serta petugas dari Polsek Jetis dan Polsek Pleret yang bersinergi melakukan penyisiran. AKBP Arif menambahkan, “Penyisiran sedang dilakukan di sepanjang aliran Sungai Belik,” yang mengindikasikan kolaborasi semua unsur dalam operasi penyelamatan ini.
Masyarakat sekitar Sungai Belik tidak tinggal diam dan turun tangan memberikan dukungan bagi keluarga balita serta tim SAR Gabungan. Peralatan khusus juga telah dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian yang berlangsung. Namun demikian, hingga berita ini dimuat, belum ada informasi lebih lanjut mengenai lokasi atau kondisi balita tersebut.
Insiden yang terjadi ini berawal dari laporan warga yang menyaksikan balita tercebur ke sungai saat bermain di sekitar lokasi kejadian. Warga yang menyadari keadaan terburu-buru untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
Keluarga korban dan warga sekitar memiliki harapan yang kuat agar pencarian yang intensif ini dapat segera membawa kabar baik. Salah satu warga mengungkapkan kekhawatirannya, “Kami semua berharap anak tersebut dapat segera ditemukan, apa pun kondisinya.”
Kepolisian, yang terus mengkoordinasikan pencarian, juga memanfaatkan momentum ini untuk mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keamanan anak-anak, terutama sekitar lokasi yang berpotensi berbahaya seperti aliran sungai.
Insiden tersebut mengajarkan semua pihak untuk terus mendukung upaya pencarian Tim SAR Gabungan, serta memberikan perhatian lebih kepada pengawasan anak sungai, demi menjamin keamanan anak sekitar aliran sungai. Pencarian di Sungai Belik Bantul ini akan terus berlangsung hingga ada kepastian mengenai nasib dari balita yang kini masih dalam pencarian tersebut.