Humas – Pada era digital saat ini, berkomunikasi dengan publik menjadi tanggung jawab yang penting dan menantang, terutama bagi institusi Polri yang setiap saat berinteraksi dengan masyarakat. Memahami pentingnya keterampilan ini, Biro SDM Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bekerjasama dengan BidHumas Polda DIY, telah mengambil langkah proaktif dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Humas Polri DIY yang spesifik ditujukan kepada Bintara dan Tamtama Remaja Polri 2024 Gelombang 2. Acara Bimtek yang berlangsung pada hari Selasa, 7 Januari 2025, bertempat di Mako Direktorat Samapta Polda DIY, menjadi sebuah forum penting dalam upaya peningkatan kualitas komunikasi publik Polri.
Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda DIY AKBP Naafi ‘Arman, S.T., M.H., bersama timnya yang terdiri dari Ipda Rizaldy Mahendra, S.I.Kom, dan Brigadir Polisi Reno Tanzil, S.A.P., M.I.Kom, memandu kegiatan ini dengan tujuan utama untuk membekali para Bintara dan Tamtama Remaja dengan keterampilan terkini. AKBP Naafi’arman S.T., M.H., dalam arahannya menekankan pentingnya persiapan menghadapi “tantangan di era post truth dimana berita bohong dapat dengan mudah tersebar” dan urgensi untuk “senantiasa meningkatkan literasi digital untuk dapat mengelola akun sosial media dengan baik agar dapat menjaga institusi Polri kedepannya.”
Kegiatan pelatihan ini dirancang sedemikian rupa untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan berkomunikasi para anggota Polri, tapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang manajemen citra kepolisian, strategi media Polri, dan tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat. Melalui pemaparan materi yang komprehensif, peserta Bimtek diajak untuk mempertajam keterampilan komunikasi kepolisian, literasi media sosial Polri serta teknik komunikasi efektif yang relevan. Strategi publikasi yang tepat turut ditekankan untuk memastikan bahwa hubungan antara penghubung masyarakat dan Polri dapat berjalan harmonis dan produktif.
Tujuan akhir dari serangkaian bimbingan ini bukan hanya untuk membangun citra positif institusi Polri, tetapi juga sebagai persiapan bagi Bintara dan Tamtama sebelum mereka terjun langsung ke masyarakat dan melaksanakan tugas-tugasnya. Hal ini penting agar masing-masing anggota mampu menjalankan fungsi penghubung dengan efektif, menciptakan dialog konstruktif, dan memperkuat kepercayaan publik kepada Polri.
Kegiatan seperti Bimbingan Teknis Humas Polri DIY tidak hanya mendukung profesionalisme kepolisian, tetapi juga memainkan peran kunci dalam menjaga serta meningkatkan hubungan antara Polri dengan masyarakat umum. Kesuksesan kegiatan ini diharapkan akan mewujudkan kepolisian yang semakin dekat dan responsif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan informasi masyarakat yang dinamis.