Humas – Menyambut program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden RI, Polres Gunungkidul telah mengambil langkah nyata dengan pelaksanaan penebaran benih ikan di Telaga Kemuning, Kelurahan Bunder, Kapanewon Patuk, pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2025. Acara penerimaan benih ikan ini mendapat dukungan penuh dari kepolisian setempat yang diwakili oleh AKBP Ary Murtini, S.I.K., M.Si., bersama dengan anggota jajarannya dan warga masyarakat lokal dari Padukuhan Kemuning.
Sebanyak 4.500 ekor benih ikan tawes dan tombro telah sukses ditebar ke dalam perairan bersih Telaga Kemuning. Peristiwa ini tidak hanya merupakan inisiatif ketahanan pangan lokal yang berdampak besar, tetapi juga memperkuat pembudidayaan ikan di Gunungkidul sebagai bagian integral dari pengembangan sumber daya perikanan, khususnya di Kelurahan Bunder.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini, S.I.K., M.Si., melukiskan visi di balik kegiatan berskala komunitas ini, mengatakan, “Hari ini kita akan menebar 4500 benih ikan tawes dan tombro di Telaga Kemuning ini dalam rangka program ketahanan pangan. Kami mohon kerjasamanya bapak ibu sekalian, tujuannya untuk kita semua, sama-sama dirawat, dipelihara, dan dijaga agar dapat dipanen dengan hasil yang baik.” Kegiatan penebaran ini tidak hanya mencerminkan dukungan terhadap program pemerintah Wonosari tetapi juga melibatkan aktifnya partisipasi masyarakat Bunder Patuk dalam upaya pelestarian ekosistem Telaga Kemuning sekaligus memanfaatkannya untuk sumber pangan dan mata pencaharian.
Diharapkan melalui penebaran benih ini, Telaga Kemuning akan menjadi salah satu daerah unggulan untuk manfaat penebaran ikan yang dapat memperkaya keseimbangan alam serta menunjang usaha pembudidayaan ikan lokal. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar Telaga Kemuning. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, program ini bertekad untuk mengintensifkan potensi perikanan di Gunungkidul yang pada akhirnya kian meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Proyek yang disponsori oleh pemerintah daerah ini mewakili keinginan kolektif untuk memelihara dan mengembangkan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Inisiatif semacam ini tidak hanya berdampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan ekosistem di sekitar Telaga Kemuning.