Jakarta – Keseruan dan pesta budaya yang menakjubkan akan segera menyapa penggemar balap sepeda dan kegiatan wisata budaya di Yogyakarta. Tour of Kemala 2025, sebuah rangkaian balap sepeda prestisius yang digagas oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dan PB ISSI bakal diselenggarakan pada tanggal 15-16 Februari 2025 di Kota Gudeg ini. Dengan serangkaian acara yang telah disusun rapi, Tour of Kemala 2025 diharapkan menjadi sorotan besar di kancah olahraga dan budaya.
Martha Dedi Prasetyo, Ketua Panitia Tour Of Kemala 2025, mengungkapkan antusiasmenya terhadap event yang sudah menjadi kalender tahunan tersebut. “Tahun ini kompetisi bersepeda menjadi race utama yang akan digelar,” paparnya mengenai kegiatan yang tidak hanya meriah tapi juga kompetitif. Ada tiga kategori utama dalam kompetisi ini yaitu Race 123 km bagi atlet profesional, Tour 55 km yang terbuka bagi komunitas serta penggemar sepeda, dan Criterium 2,28 km yang menawarkan balapan cepat di jalur pendek yang menantang.
“Selain kompetisi, Tour of Kemala 2025 bertujuan sebagai pembibitan calon atlet baru dengan diadakan kelas Criterium,” kata Martha Dedi Prasetyo. Ini menunjukkan komitmen penyelenggara untuk memajukan olahraga sepeda dan mencetak atlet-atlet berbakat di masa depan.
Namun, Tour of Kemala 2025 dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga semata. Ketua Panitia menjelaskan, “Acara ini tidak hanya dirancang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya dan ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat.” Ada keinginan kuat untuk memanfaatkan kesempatan ini demi memperkaya interaksi budaya dan mendukung perekonomian lokal, terutama melalui pengembangan kegiatan wisata budaya Yogyakarta dan pemberdayaan UMKM.
Lebih lanjut, ia bersemangat membagikan bahwa “Tour of Kemala 2025 juga akan menghadirkan Booth UMKM untuk memperkenalkan produk-produk unggulan dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah, serta panggung hiburan musik yang akan menyemarakkan suasana.” Aspek-aspek tersebut memainkan peran penting dalam mendorong perekonomian lokal dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta dan pengunjung.
Alasan terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah menurut Martha Dedi Prasetyo tidak lain adalah karena keindahan warisan budayanya, keramahan penduduk, serta keasrian yang ditawarkan oleh kota tersebut. Tentunya, komitmen dari Yayasan Kemala Bhayangkari dalam mendukung kemajuan UMKM lokal menjadi alasan kuat mengapa Yogyakarta menjadi pilihan yang tepat.
Dengan penuh semangat, Ketua Panitia Tour of Kemala 2025 mengajak masyarakat untuk turut serta dalam event ini. “Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi atau media sosial Yayasan Kemala Bhayangkari di www.tourofkemala.id dan Instagram @tourofkemala,” ajaknya. Acara ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian dari momen bersejarah dan meriah ini di kota Yogyakarta yang penuh nilai historis dan kebudayaan.